Halaman

Total Tayangan Halaman

Selasa, 16 November 2010

doa nabi khidir

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
دُ عَاء الفرَج لِسَيِِّدِنَا الخِضِرْ عَلَيْة السَّلاَم
اَللَّهُمَّ كَمَا لَطَفْتَ فِى عَظَمَتِكَ دُونَ الَلُّطَفَاءِ وَعَلوْتَ بِعَظَمَتِكَ عَلَى الْعُظَمَاءِ ، وَعَلِمْتَ مَاتَحْتَ أَرِضِكَ كَعِلْمِكَ بِمَا فَوْقَ عَرْشِكَ ، وَكَانَتِ وَسَاوسُ الصُّدُورِ كَاْلعَلاَ نِيَّة عِنْدَكَ ، وَعَلاَ نَّيِةُ اْلقَوْلِ كَالسِّر فِى عِلْمِكَ ، وَانْقَادَ كُلُّ شَىْءٍ لِعَظَمَتِكَ ، وَخَضَعَ كُلُّ ذِىِ سُلْطَانٍ لسُلْطَا نِكَ ، وَصَارَ أَمْرُ الدُّ نْيَا والاَخِرَةِ كُلُّه بِيَدِكَ . اِجْعَلْ لِى مِنْ كُلِ هَمٍ أَصْبَحْتُ أَوْ أَمْسَيْتُ فِيهِ فَرَجَاً وَمَخرَ جَا اللَّهُمَّ إِنَّ عَفَوَكَ عَنْ ذُنُوبِى ،  وَتَجَاوْزَكَ عَنْ خَطِيتىِ ، وَسِتْرِكَ عَلَى قَبِيحِ عَمَلِى ، أَطْمَعَيِ أَنْ أَسْأ لَكَ مَالاَ أَسْتَوْ جِبُهُ مِنْكَ مِمَّا قَصَّرْتُ فِيهِ ، أَدْعُوكَ اَمِنَاً وَأَسْأَ لُكَ مُسْتَأ نِسَاً . وَإِنَّكَ الْمُحْسِنُ إِلَّيَّ ، وَأَنَا الْمُسِئُ إلَى نَفْسِيَ فِيِمَا بَيْنِي وَبَيْنَكَ ، تَتَوَدَدُ إِليَّ بِنِعْمَتِكَ وَأَتَبَغَّضُ إلَيْكَ بِالْمَعَاصِيِ وَلَكِنَّ الثَِّقَةُ بِكَ حَمَلَتْنِي علَى الْجرَاءَةِ عَلَيْكَ فَعُدْ بِفَضْلِكَ وَإحْسِانِكَ عَلَي إِنَّكَ أَنْتَ التَّوِابُ الَّرَحِيمُ وَصَلَ الله ُعَلَى سَيِدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ  Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang Sampaikan shalawat kepada Rasulullah saw.dan keluarganya
Ya Allah, aku bermohon pada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu Dan dengan Kekuatan-Mu yang dengannya Engkau taklukkan segala sesuatu Dan merunduk segala sesuatu Dan merendah segala sesuatu Dan dengan keagungan-Mu yang megalahkan segala sesuatu Dan dengan kemuliaan-Mu yang tak tertahankan oleh segala sesuatu Dan dengan kebesaran-Mu yang memenuhi segala sesuatu Dan dengan kekuasaan-Mu yang mengatasi segala sesuatu Dan dengan wajah-Mu yang kekal setelah fana segala sesuatu Dan dengan asma-Mu yang memenuhi tonggak segala sesuatu Dan dengan ilmu-Mu yang mencakup segala sesuatu Dan dengan cahaya wajah-Mu yang menyinari segala sesuatu Wahai Nur, Wahai Yang Maha Suci Wahai Yang Awal dari segala yang awal dan Wahai Yang Akhir dari segala yang akhir, Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku penyebab hukum karma Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang merusak nikmat Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang merintangi doa Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang menurunkan bencana Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang memutuskan tali harapan Ya Allah, ampunilah segala dosa yang telah kulakukan Dan segala kesalahan yang telah kukerjakan Ya allah, aku datang menghampiri-Mu dengan berdzikir (kepada)-Mu Kumohon pertolongan pada diri-Mu Aku bermohon kepada-Mu dengan kemurahan-Mu agar Kau dekatkan daku ke haribaan-Mu Sempatkan daku untuk bersyukur kepada-Mu Bimbinglah daku untuk selalu mengingat-Mu Ya Allah, aku bermohon kepada-Mu dengan penuh kerendahan, hina dan kekhusyukan Agar Engkau maafkan dan sayangi daku Dan jadikan daku rela dan puas akan pemberian-Mu Dan dalam segala keadaan tunduk dan patuh (kepada-Mu) Ya Allah, aku bermohon kepada-Mu laksana permohonan orang-orang yang terdesak oleh kesulitannya Yang menghampiri-Mu ketika terpojok urusannya Yang besar dambaannya untuk meraih apa yang ada disisi-Mu Ya Allah, Maha Besar kekuasaan-Mu Maha Tinggi kedudukan-Mu Selalu tersembunyi rencana-Mu Selalu tampak kuasa-Mu Selalu tegak kekuatan-Mu Selalu berlaku kodrat-Mu Tak mungkin lari dari kekuasaan-Mu Ya Allah, tiada kudapat pengampun bagi dosa-dosaku Tiada penutup bagi kejelekan-kejelekanku Dan tiada yang dapat menggantikan amalku yang jelek dengan kebaikan melainkan Engkau Tiada Tuhan selain Engkau Maha Suci Engkau dengan segala puji-Mu Telah aku aniaya diriku Dan telah berani aku melanggar, kerana kebodohanku Tetapi kusandarkan diri pada ingatan dan karunia-Mu yang berkekalan atasku Ya Allah, pelindungku Betapa banyak kejelekanku yang Kau tutupi Betapa banyak malapetaka yang telah Kau hindarkan Betapa banyak rintangan yang telah Kau singkirkan Betapa banyak bencana yang telah Kau gagalkan Betapa banyak pujian baik yang tak layak bagiku telah Kau sebarkan Ya Allah, besar sudah bencanaku Berlebihan sudah kejelekan keadaanku Sedikit sekali amal-amalku Berat benar belenggu (kemalasan)ku Angan-angan panjang telah menahan manfaat dariku Dunia telah memperdayaku dengan tipuannya Dan jiwaku (telah terpedaya) oleh pengkhianatan serta kelalaian Wahai Junjunganku, kumohon kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu janganlah Kau halangi doaku pada-Mu (oleh kerana) kejelekan amal dan perangaiku jangan Kau ungkap dengan pantauan-Mu rahsiaku yang tersembunyi jangan Kau segerakan siksa atas perbuatanku dalam kesendirianku dari jeleknya perbuatanku dan kejahatanku dan berkekalannya aku dalam dosa dan kebodohanku dan banyaknya nafsu dan kelalaianku Ya Allah, dengan kemuliaan-Mu, sayangilah aku dalam segala suasana Dan kasihi aku dalam segala perkara Illahi, Rabbi, siapa lagi bagiku selain Engkau yang kumohon Agar melepaskan deritaku dan memperhatikan urusanku Illahi, Pelindungku, akankah Kau tetapkan hukuman padaku kala kuikuti hawa nafsuku Dan ketidakwaspadaanku terhadap tipuan musuhku Hingga kuterbujuk oleh (selera) nafsuku Dan terlena dalam impianku Lalu kulanggar sebahagian peraturan-peraturan yang Kau tetapkan bagiku Dan kulanggar sebahagian perintah-perintah-Mu Cukup sudah bagi-Mu bukti (dalam menjatuhkan hukuman) padaku atas semua kelakuanku itu Dan tiada alasan bagiku (menolak) hukuman yang akan Kau jatuhkan padaku atas semua salahlaku itu (demikian pula) atas hukum dan bencana yang harus menimpaku kini aku datang menghadap kepada-Mu, ya Illahi setelah semua kecerobohan dan pelanggaranku atas diriku memohon maaf, mengungkapkan penyesalan dengan hati luluh merasa serik, mengharap ampunan menginsafi kesalahan mengakui kelalaian, menyedari kecerobohan menginsafi kesalahan tiada kutemui tempat melarikan diri, dari (dosa-dosa) yang telah kulakukan dan tiada tempat berlindung agar kuterlepas dari segala noda dan beban melainkan Kau kabulkan permohonan ampunanku dan memasukkan daku ke dalam lautan kasih-Mu Ya Allah, terimalah alasan (pengakuan)ku ini Dan kasihanilah beratnya kepedihanku Dan bebaskanlah daku dari kekuatan belengguku
Ya Rabbi, kasihanilah kelemahan tubuhku 3X
Kelembutan kulitku dan kerapuhan tulangku Wahai Yang mula-mula menciptakanku, menyebut dan mendidikku Memperlakukanku dengan baik dan memberiku kehidupan Berikanlah aku kurnia-Mu kerana Engkau telah mendahuluiku dengan kebaikan-Mu kepadaku Ya Illahi, Tuhanku, Pemeliharaku Apakah Engkau akan menyiksaku dengan api-Mu setelah aku mengesakan-Mu Setelah hatiku tenggelam dalam makrifat-Mu Setelah lidahku bergetar menyebut-Mu Setelah jiwaku terikat dengan cinta-Mu Setelah segala ketulusan pengakuanku dan permohonanku seraya tunduk bersimpuh pada kekuasaan-Mu? Tidak, Engkau terlalu mulia untuk mencampakkan orang yang Engkau belai Atau menjauhkan orang yang Engkau dekatkan Atau menyisihkan orang yang Kau naungi Atau menjatuhkan pada bencana orang yang Engkau cukupi dan sayangi Aduhai diriku, ya Tuhanku, Illahi, Pelindungku Apakah Engkau akan melemparkan ke neraka wajah-wajah yang tunduk rebah kerana kebesaran-Mu? Dan lidah-lidah yang dengan tulus mengucapkan keesaan-Mu Dan dengan pujian mensyukuri nikmat-Mu? Kalbu-kalbu yang dengan sepenuh hati mengakui ketuhanan-Mu? Hati nurani yang dipenuhi ilmu tentang Engkau sehingga bergetar ketakutan? Tubuh-tubuh yang telah biasa tunduk untuk mengabdi-Mu? Dan dengan merendah memohon ampunan-Mu? Tidak sedemikian itu dugaan (kami) pada-Mu Dan juga tidak demikian kami diberitahukan tentang kemuliaan-Mu Wahai Pemberi Kurnia, Wahai Pemelihara 3X Engkau mengetahui kelemahanku dalam menanggung beban dunia serta (derita) akibatnya Serta kesusahan-kesusahan yang menimpa penghuninya Padahal semua bencana dan kesusahan itu singkat masanya Sebentar lalunya, pendek usianya Maka apakah mungkin aku sanggup menanggung bencana akhirat Dan siksaan-siksaan yang dahsyat di sana … ? Bencana yang panjang masanya Dan kekal posisinya Serta tidak diringankan bagi penghuninya Sebab semuanya tidak terjadi kecuali kerana murka, balasan dan amarah-Mu Inilah yang bumi dan langit pun tak sanggup memikulnya Wahai Tuhanku, bagaimana (mungkin) aku (menanggungnya)? Padahal aku hamba-Mu yang lemah, rendah, hina, malang, dan papa Ya Illahi, Rabbi, Tuhanku, Pelindungku Urusan apa lagi kiranya yang aku adukan kepada-Mu Mestikah aku menangis, menjerit Apakah kerana pedihnya azab dan beratnya siksa … ? Ataukah kerana lamanya derita dan langgengnya bencana … ? Sekiranya Engkau siksa aku beserta musuh-musuh-Mu Dan Kau himpunkan aku bersama penghuni siksa-Mu Dan Engkau ceraikan aku dari para kekasih dan kecintaan-Mu Oh,  seandainya aku, Ya Illahi, Tuhanku, Pelindungku, Pemeliharaku (anggaplah) aku dapat bersabar menanggung siksa-Mu mana mungkin aku mampu bersabar berpisah dari-Mu? Dan (anggaplah) aku dapat bersabar menahan panas api-Mu Mana mungkin aku dapat bersabar melihat pada kemuliaan-Mu? Mana mungkin aku tinggal di neraka padahal harapanku hanyalah maaf-Mu? Demi kemuliaan-Mu, wahai Tuhanku, Pelindungku Aku bersumpah dengan tulus Sekiranya Engkau biarkan aku berbicara (di sana) Di tengah penghuninya aku akan menangis, seperti tangisan mereka yang menyimpan harapan Aku akan menjerit, jeritan mereka yang memohon pertolongan Aku akan merintih, rintihan orang yang kehilangan (harapan) Sungguh aku akan menyeru-Mu di manakah Engkau, wahai Pelindung kaum mukminin Wahai tujuan harapan kaum arifin Wahai Lindungan kaum yang memohon perlindungan 3X Wahai Kekasih hamba-hamba(Mu) yang tulus Wahai Tuhan seru sekalian alam Akankah Engkau perlakukan demikian … ?
Maha Suci Engkau Ya Illahi, dengan segala puji-Mu Kala Kau dengar suara hamba muslim (di dalam neraka) yang terkurung kerana keingkarannya Yang merasakan siksa kerana kedurhakaannya Yang terperosok ke dalamnya kerana dosa dan nistanya …? Sedangkan ia merintih kepada-Mu dengan mendambakan rahmat-Mu Ia menyeru-Mu dengan lidah ahli tauhid-Mu Ia bertawassul kepada-Mu dengan Ketuhanan-Mu Wahai Pelindungku, bagaimana mungkin ia kekal dalam siksa …? Padahal ia berharap pada kebaikan-Mu yang dahulu Mana mungkin neraka menyakitinya …? Padahal ia mendambakan kurnia dan kasih-Mu Mana mungkin jilatannya menghanguskannya …? Padahal Engkau dengar suaranya dan Engkau lihat posisinya Mana mungkin kobarannya mengurungnya …? Padahal Engkau mengetahui kelemahannya Mana mungkin ia jatuh bangun di dalamnya …? Padahal Engkau mengetahui ketulusannya Mana mungkin Malaikat Zabaniyyah menghempaskannya …? Padahal ia memanggil-Mu Ya Rabbi … Ya Allah … Mana mungkin ia mengharapkan kurnia kebebasan daripadanya Lalu Engkau meninggalkannya di sana … ? Tidak, tidak demikian itu sangkaku kepada-Mu (juga) tidak pula menunjukkan kesohoran kurniaan-Mu (juga) tidak seperti itu dengan kebaikan serta kurniaan-Mu Engkau akan perlakukan orang-orang yang bertauhid dengan yakin ..
aku berani berkata; kalau bukan kerana keputusan-Mu untuk menyiksa orang yang mengingkari-Mu dan ketetapan dari-Mu agar mengekalkan di sana orang-orang yang melawan-Mu niscaya Kau jadikan neraka seluruhnya sejuk dan damai tidak akan ada lagi di situ tempat tinggal dan menetap bagi siapa pun tetapi Maha Kudus asma-Mu Engkau telah bersumpah untuk memenuhi neraka dengan orang-orang kafir dari golongan jin dan manusia seluruhnya Engkau akan mengekalkan di sana kaum durhaka Engkau dengan segala kemuliaan puji-Mu, Engkau telah berkata Setelah menyebut nikmat yang Engkau berikan, “Akan samakah orang mukmin seperti orang durjana/fasiq? Sungguh tidak sama mereka itu.”
Illahi, Tuhanku Aku memohon kepada-Mu dengan kodrat yang telah Engkau tentukan Dengan Qadha yang telah Engkau tetapkan dan putuskan Dan yang telah Engkau tentukan berlaku pada orang yang berkenaan Limpahkanlah (ampunan-Mu) padaku di malam ini, disaat ini Pada semua nista yang pernah aku kerjakan Pada semua dosa yang pernah aku lakukan Pada semua kejelekan yang pernah aku rahsiakan Pada semua kejahilan yang pernah aku kerjakan Yang aku sembunyikan atau aku tampakkan Yang aku tutupi atau aku tunjukkan (ampuni) semua keburukan yang telah Engkau suruhkan malaikat yang mulia mencatatnya mereka yang Engkau tugaskan untuk merakam segala yang ada padaku mereka yang Engkau jadikan saksi-saksi bersama seluruh anggota badanku dan Engkau sendiri pengawas di belakang mereka dan saksi bagi apa yang tak terpantau oleh mereka dengan rahmat-Mu sembunyikanlah (keburukan-keburukan itu) dengan kurnia-Mu tutupilah itu dan perbanyaklah bahagianku pada setiap kebaikan yang Engkau turunkan atau setiap kurnia yang Kau limpahkan atau setiap keberuntungan yang Kau sebarkan atau setiap rezeki yang Kau curahkan atau setiap dosa yang Kau ampunkan atau setiap kesalahan yang Kau sembunyikan Wahai Tuhanku, wahai yang menciptakanku, wahai yang memeliharaku Ya Illahi, Tuhanku, Pelindungku, Pemilik Nyawaku Wahai Zat Yang di Tangan-Nya ubun-ubunku Wahai Yang mengetahui kesengsaraan dan kemalanganku Wahai Yang mengetahui kefakiran dan kepapaanku Wahai Tuhanku, Wahai Yang menciptakanku, Wahai Yang memeliharaku Aku memohon kepada-Mu demi kebenaran dan kesucian-Mu Dan demi keagungan sifat dan asma-Mu Jadikan waktu malam dan siangku dipenuhi dengan dzikir pada-Mu Senantiasa mengabdi kepada-Mu Diterima amal-amalku di sisi-Mui Sehingga perbuatan dan ucapan-ucapanku seluruhnya menyatu Dan kekekalan selalu keadaanku dalam berbakti kepada-Mu Wahai Tuanku, Wahai Zat yang kepada-Nya aku percayakan diriku Yang kepada-Nya aku adukan keadaanku Wahai Tuhanku, Wahai Yang menciptakanku, Wahai Yang memeliharaku 3X Kokohkan anggota badanku untuk berbakti kepada-Mu Teguhkan tulang-tulangku untuk melaksanakan niatku Kurniakan kepadaku kesungguhan agar takut kepada-Mu Sentiasa untuk berbakti kepada-Mu Sehingga aku bergegas menuju-Mu bersama pendahulu Dan berlari ke arah-Mu bersama orang-orang yang berpacu Merindukan dekat kepada-Mu bersama yang merindukan-Mu Jadikan daku dekat pada-Mu, dekatnya orang-orang yang ikhlas Dan takut pada-Mu, takutnya orang-orang yang yakin Dan berkumpul di hadirat-Mu bersama kaum mukminin Ya Allah siapa saja bermaksud buruk kepadaku, tahanlah dia Siapa saja yang memperdayaku, perdayakanlah dia 3X Jadikan aku hamba-Mu yang paling baik nasibnya di sisi-Mu Yang paling dekat kedudukannya dengan-Mu Yang paling istimewa tempatnya di dekat-Mu Sungguh semua ini tidak akan tercapai kecuali dengan karunia-Mu Limpahkan kepadaku kemurahan-Mu Sayangi daku dengan kebaikan-Mu Jaga diriku dengan rahmat-Mu Gerakkan lidahku untuk selalu berdzikir pada-Mu Penuhi hatiku supaya selalu mencintai-Mu Berikan kepadaku dari yang terbaik dari ijabah-Mu Hapuskan bekas kejatuhanku Ampunilah ketergelinciranku Sungguh Engkau telah wajibkan hamba-hamba-Mu beribadah kepada-Mu Dan Engkau perintahkan mereka untuk berdoa kepada-Mu Dan Engkau jaminkan kepada mereka ijabah-Mu (kerana itu) kepada-Mu ya Rabbi kini kuhadapkan wajahku kepada-Mu ya Rabbi kupanjatkan tanganku demi kebesaran-Mu perkenankanlah doaku sampaikan daku pada cita-citaku jangan putuskan harapanku akan karunia-Mu lindungi aku dari kejahatan jin dan manusia musuh-musuhku
Wahai Yang Maha Cepat ridha-Nya
Ampunilah orang yang tidak memiliki apa pun kecuali hanya doa Kerana sesungguhnya Engkau akan melakukan apa-apa yang Kau kehendaki Wahai Yang Asma-Nya adalah penawar dan dzikir (pada-Nya) adalah obat dan ketaatan kepada-Nya adalah kekayaan Sayangilah orang yang modalnya hanya harapan dan senjatanya hanya tangisan Wahai Penabur kurnia, Wahai Penolak Bencana Wahai Nur yang menerangi mereka yang terhempas dalam kegelapan Wahai Yang Maha Tahu tanpa diberitahu Kurniailah Muhammad s.a.w. dan keluarga Muhammad s.a.w. Lakukan padaku apa yang layak bagi-Mu Semoga Allah melimpahkan kesejahteraan kepada Rasul-Nya serta pada Imam yang mulia dari keluarganya dan sampaikan sebanyak-banyaknya salam kepada mereka. Dengan Rahmat-Mu Wahai Yang Maha Pengasih…

Hari-Hari Pilihan Untuk Aktivitas

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dan juga untuk memperoleh kebaikan dan keberkahan, maka sebaiknya kita memilih hari yang baik dan tepat untuk melakukan aktivitas. Misalnya akad pernikahan, memulai usaha, memulai membangun rumah, melakukan kontrak kerja, pindah rumah, bepergian dan lainnya. Karena hari-hari itu tidak sama nilainya, ada yang baik untuk aktivitas tertentu dan tidak baik untuk aktivitas yang lain, dan ada juga hari yang nahas (sial) sepanjang hari.
Allah swt berfirman: “Kami menghembuskan badai dalam beberapa hari yang nahas, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan sesungguhnya siksaan di akhirat lebih menghinakan sedangkan mereka tidak diberi pertolongan.” (Fushshilat/41: 16)
“Sesungguhnya Kami menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus.” (Al-Qamar/54: 19).
Tentang hari-hari pilihan, Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Hindarilah melakukan safar (bepergian) pada hari ketiga, keempat, ke 21 dan ke 25 setiap bulan, karena hari-hari itu
adalah hari nahas.” (Makarimul Akhlaq: 424)
Beliau juga mengatakan:
Hari Pertama: Baik untuk menjumpai penguasa, mencapai hajat, jual-beli, bercocok
tanam, dan bepergian.
Hari Kedua: Baik untuk bepergian, dan mencapai hajat.
Hari Ketiga: Buruk dan tidak baik untuk seluruh kegiatan
Hari Keempat: Baik untuk perkawinan, dan tidak disukai untuk bepergian.
Hari Kelima: Buruk dan na’as.
Hari Keenam: Diberkati, baik untuk perkawinan, dan mencapai hajat.
Hari Ketujuh: Diberkahi, terpilih dan baik untuk segala yang diinginkan dan rencana
usaha.
Hari Kedelapan: Baik untuk semua hajat kecuali bepergian.
Hari Kesembilan: Diberkahi, baik untuk semua yang diinginkan manusia, dan siapa yang
bepergian pada hari ini ia akan dianugerahi harta dan akan melihat setiap kebaikan dalam bepergiannya.
Hari Kesepuluh: Baik untuk semua hajat kecuali mendatangi penguasa; orang yang lari
dari penguasa pada hari ini ia akan tertangkap; orang yang kehilangan
sesuatu akan didapatkan; hari ini sangat baik untuk jual-beli.
Hari Kesebelas: Baik untuk jual-beli, dan mencapai semua hajat kecuali mendatangi
penguasa; dan baik untuk melakukan persembunyian.
Hari Kedua belas: Hari ini baik dan penuh berkah; capailah hajat anda dan berusahalah
insya Allah tercapai.
Hari Ketiga belas: Sepanjang hari ini na’as, maka waspadalah dalam seluruh urusan.
Hari Keempat belas: Sangat baik untuk mencapai seluruh hajat dan usaha.
Hari Kelima belas: Baik untuk semua hajat yang diinginkan, maka capailah hajat Anda,
insya Allah tercapai.
Hari Keenam belas: Buruk dan tercela untuk segala sesuatu.
Hari Ketujuh belas: Baik dan terpilih untuk mencapai keinginan, perkawinan, jual-beli,
bercocok tanam, mendirikan bangunan, mendatangi penguasa untuk suatu
hajat, insya Allah tercapai.
Hari Kedelapan belas: Terpilih dan baik untuk bepergian, dan mencapai hajat; orang yang
melakukan perlawanan terhadap musuhnya ia akan memperoleh kemenangan
dengan kekuasaan Allah swt.
Hari Kesembilan belas: Terpilih dan baik untuk seluruh amal perbuatan; anak yang dilahirkan
pada hari ini ia akan diberkahi.
Hari Kedua puluh: Sangat baik dan terpilih untuk mencapai hajat, bepergian, mendirikan
bangunan, bercocok tanam, melangsungkan resepsi perkawinan, dan
mendatangi penguasa; hari ini penuh berkah dengan kehendak Allah swt.
Hari Kedua puluh satu: Hari na’as sepanjang hari.
Hari Kedua puluh dua:Terpilih dan baik untuk jual-beli, mendatangi penguasa, bepergian, dan
bersedekah.
Hari Kedua puluh tiga:Terpilih dan sangat baik khusus untuk perkawinan, perdagangan, dan
mendatangi penguasa.
Hari Kedua puluh empat: Hari na’as dan tercela.
Hari Kedua puluh lima: Buruk dan tercela, waspadalah melakukan sesuatu.
Hari Kedua puluh enam: Baik untuk mencapai seluruh hajat kecuali perkawinan dan bepergian;
hendaknya bersedekah Anda akan merasakan manfaatnya.
Hari Kedua puluh tujuh: Sangat baik dan terpilih untuk mencapai semua hajat dan apa yang
diinginkan, dan mendatangi penguasa.
Hari Kedua puluh delapan: Berimbang antara baik dan buruk.
Hari Kedua puluh sembilan: Terpilih dan sangat baik untuk semua hajat kecuali bagi penulis karena ia akan mendapat sesuatu yang tidak diinginkan; orang yang sakit pada
hari akan cepat sembuh; orang yang bepergian pada hari ini hartanya
akan terkena musibah; dan orang yang lari akan kembali.
Hari ketiga puluh: Terpilih dan sangat baik untuk semua hajat, jual-beli, perkawinan, dan
bercocok tanam; orang yang sakit pada hari akan cepat sembuh; anak yang lahir pada hari ini ia memiliki sifat tabah dan diberkahi, dimuliakan urusannya, jujur lisannya, dan setia terhadap janji.
(Kitab Makarimul Akhlaq, halaman 474)
Perhitungan Hari-Hari ini dan perubahan hari atau tanggal hendaknya didasarkan pada Kalender Hijriyah dengan perhitungan (hisab) yang benar.
Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Jika terpaksa melakukan aktivitas pada hari nahas atau hari yang tidak baik, maka hendaknya bersedekah sebelum melakukan aktivitas dan membaca doa penolak bala’. Adapun doa penolak bala’ bisa dikopi dari milis “keluarga bahagia” atau milis “shalat-doa” atau milis “Fengshui Islami” berikut ini.

Doa untuk Memperoleh kemudahan Rizki

Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad
Allâhumma inna dzunûbî lam yabqa illâ rajâu ‘afwika, wa qad qaddamtu alatal hirmâni bayna yadayya fa-as-aluka mâlâ astahiqquhu, wa ad’ûka mâlâ astawjibuhu, wa atadharra’u ilayka mâlâ asta’hiluhu, wa lam yakhfa ‘alayka hâlî wa in khafiya ‘alan nâsi kunhu ma’rifati amrî.
Allâhumma in kâna rizqî fis samâi fa-ahbith-hu, wa in kâna fil ardhi fa-azhhirhu, wa in kâna ba’îdan faqarribhu wa in kâna qarîban fayassirhu, wa in kâna qalîlan fakatstsirhu, wa bâriklî fîhi.
Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya
Ya Allah, sesungguhnya dosa-dosaku tak akan kekal kecuali harapan akan ampunan-Mu. Telah Aku hadapkan di depanku suatu penghalang, lalu aku memohon kepada-Mu sesuatu yang tak layak bagiku untuk Kau perkenankan, berdoa kepada-Mu sesuatu yang tak layak bagiku untuk Kau iijabahi, dan merendahkan diri kepada-Mu dengan sesuatu yang tak layak di hadapan-Mu. Namun bagi-Mu tidak tersembunyi keadaanku walaupun tersembunyi bagi manusia untuk mengetahui persoalanku yang sebenarnya. Ya Allah, jika rizkiku ada di langit turunkan, jika ada di bumi keluarkan, jika jauh dekatkan, jika dekat mudahkan, jika sedikit perbanyaklah, dan berkahi aku di dalamnya. (Mafâtihul Jinân, kunci-kunci surga, hlm 471).

Doa Untuk ketenteraman hati

بسم الله الرحمن الرحيم
أللهم صل على محمد وآل محمد

اِلَهِيْ، قَلْبِيْ مَحْجُوبْ وَنَفْسِيْ مَعْيُوبْ، وَعَقْلِيْ مَغْلُوبْ وَهَوَآئِيْ غَالِبْ، وَطَاعَتِيْ قَلِيلْ وَمَعْصِيَتِيْ كَثِيْر، وَلِسَانِيْ مُقِرٌّ بِالذُّنُوبْ، فَكَيْفَ حِيْلَتِيْ ؟ يَاسَتَّارَ اْلعُيُوبْ وَ يَاعَلاَّمَ اْلغُيُوبْ وَيَاكَاشِفَ اْلكُرُوبْ، اِغْفِـرْ ذُنُوْبَي كُلَّهَا بِحُرْمَةِ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، يَاغَفَّارُ يَاغَفَّارُ يَاغَفَّارُ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن

Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad
Ilahî Qalbî mahjûb wa nafsî ma`yûb, wa `aqlî maghlûb wa hawâî ghâlib, wa thâ`athî qalîl wa ma`shiyatî katsîr, wa lisânî muqirrun/m bidz dzunûb, fakayfa hîlatî? Yâ Sattâral `uyûb wa yâ `Allâmal ghuyûb wa yâ Kâsyifal kurûb, Ighfir dzunûbî kullahâ bihurmati Muhammadin wa âli Muhammad, yâ Ghaffâru yâ Ghaffâru yâ Ghaffâr, birahmatika yâ Arhamar râhimîn.
Dengan asma AllahYang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Ilahi, Tuhanku
Hatiku penuh hijab dan jiwaku penuh aib
Akalku terkalahkan dan hawa nafsuku mengalahkan
Ketaatanku sedikit dan maksiatku banyak
Sedangkan lisanku mengakui dosa-dosaku, bagaimana dengan dayaku?
Wahai Yang Maha Menutupi segala aib
Wahai Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib
Wahai Yang Menghilangkan segala duka dan derita
Ampuni semua dosaku dengan kemuliaan Muhammad dan keluarga Muhammad
Ya Ghafar Ya Ghaffar Ya Ghaffar
dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi

Doa ini adalah doa Imam Ali bin Abi Thalib (sa). Dibaca setiap sesudah shalat Shubuh. Usahakan dihafal dan dibaca dalam keadaan sujud di luar shalat. (kitab Mafatihul Jinan, kunci-kunci surga)

Doa Untuk ketenteraman hati

بسم الله الرحمن الرحيم
أللهم صل على محمد وآل محمد

اِلَهِيْ، قَلْبِيْ مَحْجُوبْ وَنَفْسِيْ مَعْيُوبْ، وَعَقْلِيْ مَغْلُوبْ وَهَوَآئِيْ غَالِبْ، وَطَاعَتِيْ قَلِيلْ وَمَعْصِيَتِيْ كَثِيْر، وَلِسَانِيْ مُقِرٌّ بِالذُّنُوبْ، فَكَيْفَ حِيْلَتِيْ ؟ يَاسَتَّارَ اْلعُيُوبْ وَ يَاعَلاَّمَ اْلغُيُوبْ وَيَاكَاشِفَ اْلكُرُوبْ، اِغْفِـرْ ذُنُوْبَي كُلَّهَا بِحُرْمَةِ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، يَاغَفَّارُ يَاغَفَّارُ يَاغَفَّارُ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن

Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad
Ilahî Qalbî mahjûb wa nafsî ma`yûb, wa `aqlî maghlûb wa hawâî ghâlib, wa thâ`athî qalîl wa ma`shiyatî katsîr, wa lisânî muqirrun/m bidz dzunûb, fakayfa hîlatî? Yâ Sattâral `uyûb wa yâ `Allâmal ghuyûb wa yâ Kâsyifal kurûb, Ighfir dzunûbî kullahâ bihurmati Muhammadin wa âli Muhammad, yâ Ghaffâru yâ Ghaffâru yâ Ghaffâr, birahmatika yâ Arhamar râhimîn.
Dengan asma AllahYang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Ilahi, Tuhanku
Hatiku penuh hijab dan jiwaku penuh aib
Akalku terkalahkan dan hawa nafsuku mengalahkan
Ketaatanku sedikit dan maksiatku banyak
Sedangkan lisanku mengakui dosa-dosaku, bagaimana dengan dayaku?
Wahai Yang Maha Menutupi segala aib
Wahai Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib
Wahai Yang Menghilangkan segala duka dan derita
Ampuni semua dosaku dengan kemuliaan Muhammad dan keluarga Muhammad
Ya Ghafar Ya Ghaffar Ya Ghaffar
dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi

Doa ini adalah doa Imam Ali bin Abi Thalib (sa). Dibaca setiap sesudah shalat Shubuh. Usahakan dihafal dan dibaca dalam keadaan sujud di luar shalat. (kitab Mafatihul Jinan, kunci-kunci surga)

Doa Mujarrab untuk Dapat Rizki dan Tunai Hutang

Doa dan amalan ini saya kutip dari kitab Mujarrabat Imamiyah, hlm 141. Kitab yang telah ditajrib (dieksperimen) oleh banyak ulama, kaum mukminin dan muslimin. Memang syarat yang pertama adalah keyakinan yang kuat dan istiqamah dalam mengamalkannya sesuai dengan aturan yang telah ditentukan. Terus terang, saya pernah mempraktekkan amalan ini, alhamdulillah saya mendapat solusi yang tak terduga sebelumnya, dan menurut ukuran saya, rizki itu cukup besar. Saya menangis terharu dalam sujud syukur. Ya Allah, Engkau Maha Dermawan, diluar kemampuan pikiran hamba-Nya. Setiap saya punya hajat yang berkait dengan rizki, saya mengamalkan amalan ini dan ditambah “shalat Istighfar” (caranya ada di blog ini). Alhamdulillah saya memperoleh apa yang saya hajatkan, kadang-kadang singkat waktunya, kadang-kadang lama waktunya. Allah Maha Maha Mengetahui hajat kita yang sebenarnya, waktunya mendesak atau tidak. Karena itu kita butuh kesabaran, keyakinan yang kuat dan istiqamah dalam mengamalkan.
Yang mulia Sayyid Ali Akbar At-Tabrizi mengatakan: Sesungguhnya ayat tentang kerajaan (surat Al-Imran: 26-27), juga jika ditulis dan bawanya, dapat meluaskan pintu rizki. Selanjutnya beliau mengatakan: amalan ini telah ditajrib (dieksperimen) berkali-kali. Ayat dan cara mengamalkannya sebagai berikut:

Masa Muda, Waktu Utama Beramal Sholeh

Alhamdulillah was shalaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.
Waktu muda, kata sebagian orang adalah waktu untuk hidup foya-foya, masa untuk bersenang-senang. Sebagian mereka mengatakan, “Kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, dan mati masuk surga.” Inilah guyonan sebagian pemuda. Bagaimana mungkin waktu muda foya-foya, tanpa amalan sholeh, lalu mati bisa masuk surga[?] Sungguh hal ini dapat kita katakan sangatlah mustahil. Untuk masuk surga pastilah ada sebab dan tidak mungkin hanya dengan foya-foya seperti itu. Semoga melalui risalah ini dapat membuat para pemuda sadar, sehingga mereka dapat memanfaatkan waktu mudanya dengan sebaik-baiknya. Hanya pada Allah-lah tempat kami bersandar dan berserah diri.

Wahai Pemuda, Hidup di Dunia Hanyalah Sementara
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menasehati seorang sahabat yang tatkala itu berusia muda (berumur sekitar 12 tahun) yaitu Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma. (Syarh Al Arba’in An Nawawiyah Syaikh Sholeh Alu Syaikh, 294). Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang pundaknya lalu bersabda,
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ , أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ
“Hiduplah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara.” (HR. Bukhari no. 6416)
Lihatlah nasehat yang sangat bagus sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabat yang masih berusia belia.
Ath Thibiy mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memisalkan orang yang hidup di dunia ini dengan orang asing (al ghorib) yang tidak memiliki tempat berbaring dan tempat tinggal. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan lebih lagi yaitu memisalkan dengan pengembara. Orang asing dapat tinggal di negeri asing. Hal ini berbeda dengan seorang pengembara yang bermaksud menuju negeri yang jauh, di kanan kirinya terdapat lembah-lembah, akan ditemui tempat yang membinasakan, dia akan melewati padang pasir yang menyengsarakan dan juga terdapat perampok. Orang seperti ini tidaklah tinggal kecuali hanya sebentar sekali, sekejap mata.” (Dinukil dari Fathul Bariy, 18/224)
Negeri asing dan tempat pengembaraan yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah dunia dan negeri tujuannya adalah akhirat. Jadi, hadits ini mengingatkan kita dengan kematian sehingga kita jangan berpanjang angan-angan. Hadits ini juga mengingatkan kita supaya mempersiapkan diri untuk negeri akhirat dengan amal sholeh. (Lihat Fathul Qowil Matin)
Dalam hadits lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا لِى وَمَا لِلدُّنْيَا مَا أَنَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا
“Apa peduliku dengan dunia?! Tidaklah aku tinggal di dunia melainkan seperti musafir yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu musafir tersebut meninggalkannya.” (HR. Tirmidzi no. 2551. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi)
‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu juga memberi petuah kepada kita,
ارْتَحَلَتِ الدُّنْيَا مُدْبِرَةً ، وَارْتَحَلَتِ الآخِرَةُ مُقْبِلَةً ، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا بَنُونَ ، فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الآخِرَةِ ، وَلاَ تَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا ، فَإِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلاَ حِسَابَ ، وَغَدًا حِسَابٌ وَلاَ عَمَلَ
“Dunia itu akan pergi menjauh. Sedangkan akhirat akan mendekat. Dunia dan akhirat tesebut memiliki anak. Jadilah anak-anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak dunia. Hari ini (di dunia) adalah hari beramal dan bukanlah hari perhitungan (hisab), sedangkan besok (di akhirat) adalah hari perhitungan (hisab) dan bukanlah hari beramal.” (HR. Bukhari secara mu’allaq –tanpa sanad-)
Manfaatkanlah Waktu Muda, Sebelum Datang Waktu Tuamu
Lakukanlah lima hal sebelum terwujud lima hal yang lain. Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: [1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, [2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, [3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, [4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, [5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir)
Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, maksudnya: “Lakukanlah ketaatan ketika dalam kondisi kuat untuk beramal (yaitu di waktu muda), sebelum datang masa tua renta.”
Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, maksudnya: “Beramallah di waktu sehat, sebelum datang waktu yang menghalangi untuk beramal seperti di waktu sakit.”
Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, maksudnya: “Manfaatklah kesempatan (waktu luangmu) di dunia ini sebelum datang waktu sibukmu di akhirat nanti. Dan awal kehidupan akhirat adalah di alam kubur.”
Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, maksudnya: “Bersedekahlah dengan kelebihan hartamu sebelum datang bencana yang dapat merusak harta tersebut, sehingga akhirnya engkau menjadi fakir di dunia maupun akhirat.”
Hidupmu sebelum datang kematianmu, maksudnya: “Lakukanlah sesuatu yang manfaat untuk kehidupan sesudah matimu, karena siapa pun yang mati, maka akan terputus amalannya.”
Al Munawi mengatakan,
فَهِذِهِ الخَمْسَةُ لَا يَعْرِفُ قَدْرَهَا إِلاَّ بَعْدَ زَوَالِهَا
“Lima hal ini (waktu muda, masa sehat masa luang, masa kaya dan waktu ketika hidup) barulah seseorang betul-betul mengetahui nilainya setelah kelima hal tersebut hilang.” (At Taisir Bi Syarh Al Jami’ Ash Shogir, 1/356)
Benarlah kata Al Munawi. Seseorang baru ingat kalau dia diberi nikmat sehat, ketika dia merasakan sakit. Dia baru ingat diberi kekayaan, setelah jatuh miskin. Dan dia baru ingat memiliki waktu semangat untuk beramal di masa muda, setelah dia nanti berada di usia senja yang sulit beramal. Penyesalan tidak ada gunanya jika seseorang hanya melewati masa tersebut dengan sia-sia.
Orang yang Beramal di Waktu Muda Akan Bermanfaat untuk Waktu Tuanya
Dalam surat At Tiin, Allah telah bersumpah dengan tiga tempat diutusnya para Nabi ‘Ulul Azmi yaitu [1] Baitul Maqdis yang terdapat buah tin dan zaitun –tempat diutusnya Nabi ‘Isa ‘alaihis salam-, [2] Bukit Sinai yaitu tempat Allah berbicara langsung dengan Nabi Musa ‘alaihis salam, [3] Negeri Mekah yang aman, tempat diutus Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Setelah bersumpah dengan tiga tempat tersebut, Allah Ta’ala pun berfirman,
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ (4) ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ (5) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.” (QS. At Tiin [95]: 4-6)
Maksud ayat “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,” ada empat pendapat. Di antara pendapat tersebut adalah “Kami telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya sebagaimana di waktu muda yaitu masa kuat dan semangat untuk beramal.” Pendapat ini dipilh oleh ‘Ikrimah.
“Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya.” Menurut Ibnu ‘Abbas, ‘Ikrimah, Ibrahim dan Qotadah, juga Adh Dhohak, yang dimaksudkan dengan bagian ayat ini adalah “dikembalikan ke masa tua renta setelah berada di usia muda, atau dikembalikan di masa-masa tidak semangat untuk beramal setelah sebelumnya berada di masa semangat untuk beramal.” Masa tua adalah masa tidak semangat untuk beramal. Seseorang akan melewati masa kecil, masa muda, dan masa tua. Masa kecil dan masa tua adalah masa sulit untuk beramal, berbeda dengan masa muda.
An Nakho’i mengatakan, “Jika seorang mukmin berada di usia senja dan pada saat itu sangat sulit untuk beramal, maka akan dicatat untuknya pahala sebagaimana amal yang dulu dilakukan pada saat muda. Inilah yang dimaksudkan dengan firman Allah (yang artinya): bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.”
Ibnu Qutaibah mengatakan, “Makna firman Allah (yang artinya), “Kecuali orang-orang yang beriman” adalah kecuali orang-orang yang beriman di waktu mudanya, di saat kondisi fit (semangat) untuk beramal, maka mereka di waktu tuanya nanti tidaklah berkurang amalan mereka, walaupun mereka tidak mampu melakukan amalan ketaatan di saat usia senja. Karena Allah Ta’ala Maha Mengetahui, seandainya mereka masih diberi kekuatan beramal sebagaimana waktu mudanya, mereka tidak akan berhenti untuk beramal kebaikan. Maka orang yang gemar beramal di waktu mudanya, (di saat tua renta), dia akan diberi ganjaran sebagaimana di waktu mudanya.” (Lihat Zaadul Maysir, 9/172-174)
Begitu juga kita dapat melihat pada surat Ar Ruum ayat 54.
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفاً وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ
“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Ar Ruum: 54)
Ibnu Katsir mengatakan, “(Dalam ayat ini), Allah Ta’ala menceritakan mengenai fase kehidupan, tahap demi tahap. Awalnya adalah dari tanah, lalu berpindah ke fase nutfah, beralih ke fase ‘alaqoh (segumpal darah), lalu ke fase mudh-goh (segumpal daging), lalu berubah menjadi tulang yang dibalut daging. Setelah itu ditiupkanlah ruh, kemudian dia keluar dari perut ibunya dalam keadaan lemah, kecil dan tidak begitu kuat. Kemudian si mungil tadi berkembang perlahan-lahan hingga menjadi seorang bocah kecil. Lalu berkembang lagi menjadi seorang pemuda, remaja. Inilah fase kekuatan setelah sebelumnya berada dalam keadaan lemah. Lalu setelah itu, dia menginjak fase dewasa (usia 30-50 tahun). Setelah itu dia akan melewati fase usia senja, dalam keadaan penuh uban. Inilah fase lemah setelah sebelumnya berada pada fase kuat. Pada fase inilah berkurangnya semangat dan kekuatan. Juga pada fase ini berkurang sifat lahiriyah maupun batin. Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban”.” (Tafsir Al Qur’an Al Azhim pada surat Ar Ruum ayat 54)
Jadi, usia muda adalah masa fit (semangat) untuk beramal. Oleh karena itu, manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya. Janganlah disia-siakan.
Jika engkau masih berada di usia muda, maka janganlah katakan: jika berusia tua, baru aku akan beramal.
Daud Ath Tho’i mengatakan,
إنما الليل والنهار مراحل ينزلها الناس مرحلة مرحلة حتى ينتهي ذلك بهم إلى آخر سفرهم ، فإن استطعت أن تـُـقدِّم في كل مرحلة زاداً لما بين يديها فافعل ، فإن انقطاع السفر عن قريب ما هو ، والأمر أعجل من ذلك ، فتزوّد لسفرك ، واقض ما أنت قاض من أمرك ، فكأنك بالأمر قد بَغَـتـَـك
Sesungguhnya malam dan siang adalah tempat persinggahan manusia sampai dia berada pada akhir perjalanannya. Jika engkau mampu menyediakan bekal di setiap tempat persinggahanmu, maka lakukanlah. Berakhirnya safar boleh jadi dalam waktu dekat. Namun, perkara akhirat lebih segera daripada itu. Persiapkanlah perjalananmu (menuju negeri akhirat). Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan. Tetapi ingat, kematian itu datangnya tiba-tiba. (Kam Madho Min ‘Umrika?, Syaikh Abdurrahman As Suhaim)
Semoga maksud kami dalam tulisan ini sama dengan perkataan Nabi Syu’aib,
إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
“Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (QS. Hud [11]: 88)
Semoga Allah memperbaiki keadaan segenap pemuda yang membaca risalah ini. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada mereka ke jalan yang lurus.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala wa alihi wa shohbihi wa sallam.
Sabtu Pagi, 17 Rabi’ul Awwal 1430 H
Yang sangat butuh pada ampunan dan rahmat Rabbnya
Muhammad Abduh Tuasikal
***
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id